6 Seri Ultraman Paling Digemari Sepanjang Masa

Tokyo Hari ini, Senin (7/7/2015) adalah peristiwa yang penuh kenangan bagi para pecinta Ultraman. Pencipta franchise superhero raksasa (kyodai hero atau giant hero) asal Jepang itu, mendiang Eiji Tsuburaya, berulang tahun tepat pada 7 Juli 2015. Andai ia tetap hidup, umur tokoh kelahiran 1901 itu tentunya kini sudah capai 114 tahun.

6 Seri Ultraman Paling Digemari Sepanjang Masa

Sembari merayakan ulang tahun sosok yang termasuk menciptakan Godzilla tersebut, web site Google memberi penghormatan dengan memuat fitur Google Doodle bergambar animasi Ultraman. Bahkan, fitur berikut miliki berbagai macam aplikasi layaknya memicu gedung tiruan hingga menerbangkan Ultraman.

6 Seri Ultraman Paling Digemari Sepanjang Masa

Mengiringi penghormatan berasal dari Google, maka tak tidak benar kalau kami agen sbobet88 mengenang ulang judul-judul Ultraman apa yang paling digemari oleh para pecintanya. Hal berikut mencakup seri klasik maupun modern.

Seri klasik terdiri berasal dari judul-judul dirilis pada masa Showa (1966-1989), waktu seri moderen termasuk yang rilis pada masa Heisei, yakni setelah 1989 hingga waktu ini. Tentunya, tersedia perbedaan di ke-2 masa tersebut, termasuk efek visual.

Di hampir setiap kisah dalam franchise Ultraman, penonton disuguhi oleh aksi para pasukan penjaga bumi berasal dari serangan monster. Biasanya, tidak benar satu anggotanya menemukan sebuah pena yang jadi media bagi dirinya untuk beralih jadi sang pahlawan raksasa.

Ketika manusia terdesak, Ultraman pun muncul secara tiba-tiba dan terbang ke angkasa setelah menghancurkan monster yang dilawannya. Pada kenyataannya, ia terbang hanya untuk jadi manusia kembali.

Tanpa banyak penjelasan lagi, mari kami situs slot gacor deposit dana memandang judul-judul Ultraman mana saja sempat jadi favorit di kalangan para pecintanya sejak awal serial ini berjalan. Simak enam seri yang tersedia di halaman selanjutnya.

1. Ultraman

Ultra Q memang dianggap formal jadi judul pertama franchise, tetapi Ultraman tetap jadi judul pertama yang menyajikan sang pahlawan raksasa. Pasalnya Ultra Q hanya memuat kaiju dengan kata lain monster-monster raksasa.

Sehingga, Ultraman tanpa embel-embel nama di belakangnya ini jadi cikal bakal franchise superhero raksasa Jepang. Kepopuleran pahlawan satu ini di Jepang sejak penayangannya pada 1966 hingga 1967 ini, langsung jadi fenomena di dunia hiburan.

Kisah Ultraman sendiri berada di masa depan (untuk ukuran masa itu), yakni pada tahun 1990-an. Cara bertarung yang unik dengan jurus pamungkas tersendiri, memicu pecinta serial fiksi dan anak-anak menjadikannya idola tersendiri.

Setelah Ultraman tayang, serial besutan Tsuburaya Productions ini langsung miliki berbagai sekuel, spin-off, plagiat, parodi, hingga remake di masa setelahnya. Serial ini termasuk menginspirasi The Return of Ultraman yang ditayangkan pada 1971 hingga 1972.

Ultraman dulu tayang di tidak benar satu televisi swasta pada tahun 1994. Penayangannya telat tiga tahun setelah Ultra Seven yang aslinya tayang setelah serial ini, tetapi paling pertama di Indonesia.

2. Ultra Seven

Meskipun dianggap sebagai kelanjutan berasal dari Ultraman, tetapi serial Ultra Seven tetap miliki kisah yang berdiri sendiri. Serial ini mengudara di Jepang sejak 1967 hingga 1968 dan kerap dieja secara tidak tepat di luar Jepang dengan ‘Ultraman Seven’.

Penampilan Ultra Seven benar-benar tidak sama dengan Ultraman. Ia miliki sabit besi di atas kepalanya yang kerap jadi senjata pamungkasnya. Gaya bertarung berikut termasuk jadi terkenal di kalangan fans situs judi slot online terpercaya.

Pahlawan ini dulu tampil dalam serial The Return of Ultraman di dua episode, pertanda adanya hubungan antara Ultra Seven dan Ultraman pertama. Ultra Seven termasuk jadi cikal bakal timbulnya Ultra Family di kisah masa depan.

Perlu diketahui, Ultra Seven dulu tayang di TVRI pada tahun 1991 dan sempat jadi tontonan paling dinanti anak-anak seumuran SD di Indonesia.

3. Ultraman Taro

Ultraman Taro dianggap sebagai tidak benar satu karakter di Ultra Family miliki silsilah keluarga paling jelas. Ia adalah cuma satu yang miliki keluarga, yakni Father of Ultra dan Mother of Ultra.

Pahlawan satu ini merupakan generasi keenam di franchise Ultraman. Bentuk kepalanya mudah diingat, yakni miliki tanduk layaknya banteng berasal dari segi kiri dan kanannya. Meskipun cakram di kepalanya tidak dapat dijadikan senjata layaknya Ultra Seven, tetapi ia miliki style bertarung yang hampir tak tertandingi.

Serial Ultraman Taro mengudara di Jepang sejak 1973 hingga 1974 sebanyak 53 episode. Di Indonesia, serial ini jadi judul pertama yang ditayangkan oleh SCTV pada tahun 1996 hingga 1997.

SCTV pun melanjutkan penayangan franchise ini dengan Ultraman Leo pada 1997 hingga 1998 dan Ultraman 80 pada tahun 1999.

4. Ultraman Tiga

Ultraman Tiga jadi serial Ultraman masa Heisei pertama tayang di Indonesia. Di Jepang sendiri, judul ini menjad yang ketiga setelah Ultraman: Towards the Future (Ultraman Great) dan Ultraman: The Ultimate Hero (Ultraman Powered). Kedua kisah tiap tayang pada 1990 dan 1993 berikut hanya miliki penayangan singkat sebanyak 13 episode.

Selain itu, Ultraman Tiga termasuk jadi yang pertama kali ditayangkan oleh Indosiar, yakni pada tahun 2000. Di Jepang sendiri, Ultraman Tiga mengudara pada 1996 hingga 1997 dan jadi serial panjang pertama setelah lebih berasal dari 15 tahun franchise Ultraman tak mengudara semenjak Ultraman 80 (tayang di Jepang pada 1980-1981).

Generasi ke-11 Ultraman ini miliki teknologi visual lebih canggih dengan sentuhan modern. Perbedaan yang mencolok dengan serial klasik tersebut, memicu Ultraman Tiga benar-benar populer, tak kalau di Indonesia. Namanya pun mirip dengan tidak benar satu kosakata untuk sebuah angka dalam bhs Indonesia (tiga).

Alur cerita bertempat pada tahun 2007 hingga 2009 saat para monster menginvasi bumi. Daigo, tidak benar satu bagian pasukan tertentu bernama GUTS, menemukan tiga patung raksasa pelindung bumi berusia 30 juta tahun.

Namun sayangnya, dua patung dihancurkan oleh monster, dan satu yang tersisa berhimpun jadi satu dengan Daigo hingga menjadikannya sosok Ultraman Tiga. Saking populernya serial ini, karakter Ultraman Tiga kerap dimunculkan dalam seri-seri selanjutnya.

5. Ultraman Dyna

Masih tayang di Indosiar waktu tiba di Indonesia pada tahun 2001, Ultraman Dyna termasuk tingkatkan kepopuleran franchise Ultraman masa modern. Kisahnya sendiri bertempat sembilan tahun setelah serial Ultraman Tiga.

Tokoh utama serial ini adalah Shin Asuka merupakan bagian Super GUTS, pasukan tertentu konsep TPC, organisasi yang membawahi GUTS. Awal mula kisahnya adalah saat Asuka terlempat berasal dari pesawat hingga menemui takdirnya sebagai Ultraman.

Ultraman Dyna tayang di Jepang sejak 1997 hingga 1998 sebanyak 51 episode. Banyak unsur-unsur visual yang mirip dengan Ultraman Tiga. Namun begitu, unsur berikut tidak sesudah itu memicu kronologis cerita di dalamnya terkesan basi.

Setelah Ultraman Dyna, lebih berasal dari satu serial paling baru mengudara layaknya Ultraman Gaia (1998-1999 di Jepang, 2002 di Indosiar), Ultraman Neos (2000-2001 di Jepang lewat DVD), dan Ultraman Cosmos (2001-2002 di Jepang, 2004 dan 2005 di Indosiar dan SCTV). Semuanya tidak tersedia kaitannya dengan serial klasik maupun Ultraman Tiga dan Dyna.

6. Ultraman Nexus

Berbeda dengan seri-seri Ultraman sebelumnya termasuk Ultraman Cosmos, dalam Ultraman Nexus banyak unsur-unsur yang lebih layak ditonton oleh penonton remaja dan dewasa ketimbang anak-anak.

Hal itu dapat muncul berasal dari pemilihan watak tokoh dan juga kronologis cerita lebih berat dan rumit. Sayangnya kendati digemari oleh pecinta yang sudah beranjak dewasa, rating serial ini anjlok waktu penayangannya. Menjadikan jumlah episodenya semula direncanakan sebanyak 50, dipangkas hingga 37 episode.

Sewaktu Ultraman Nexus mengudara di episode ke-30, iklan Ultraman Max sudah diputar, Menandakan kurang suksesnya serial ini dalam perihal finansial. Ultraman Nexus tiba di Indonesia lewat stasiun Indosiar pada tahun 2008.

Serial mengudara di Jepang pada 2004-2005 ini sempat dianggap sebagai franchise Ultraman terakhir dulu tayang di tanah air. Beruntung pada tahun 2014 Indosiar membeli hak siar Ultraman Max yang aslinya mengudara di Jepang pada 2005 hingga 2006.